let it flow, pasti banyak teman-teman yang mengucapkan itu atau sekedar mendengar dari someone special. ya benar kalau tidak salah artinya 'biarkan mengalir'. kata itu sering digunakan jika kita mendapat suatu masalah tapi ada rasa keraguan untuk memutuskannya, jadi kita akan mengeluarkan kata itu supaya tidak ada salah satu pihak yang tersakiti. jika mengacu pada bahasa indonesia dasar kata itu tidak baik karena tidak efektif, kalimat efektif sendiri harus tepat makna jadi tidak boleh ambigu atau bahasa gampangnya memiliki makna ganda. tapi apalah guna tata bahasa sekarang, di jaman modern ini bukan hanya kata yang di rubah tapi bahkan bahasa sekalipun sudah kocar-kacir, dijejaring sosial kita pasti sering menemukan ada dua pilihan untuk bahasa indonesia itu sendiri, kalau tidak salah ada pilihan bahasa indonesia dan ada juga pilihan bahasa indonesia gaul. kembali kepembahasan kata "biarkan mengalir" kata ini sering keluar dari seseorang entah itu cewek atau cowok yang keadaannya tertekan dengan suatu keadaan dan paling besar keadaan itu adalah masalah perasaan. ketika menginjak masalah perasaan ini yang sulit karena tiap otak manusia sangat relatif dan kerelatifan itu sulit dipadukan bahkan tidak bisa dipadukan. jadi saran saya ketika anda bertemu dengan kata "biarkan mengalir" anda katakan saja ohhhh of course let it flow, dan jabat erat tangan yang mengatakan sambil memasang raut wajah agak sedih. harapannya orang mengatakan itu bergetar hatinya dengan ekspresi yg anda buat. sekian dulu wassalam.....
Selasa, 28 Januari 2014
Rabu, 02 Mei 2012
Bahasamu Memalukanku
Anak pertama dari
keluarga yang sederhana, itulah aku, Verry yulianto yang juga biasa dipanggil
Verry. Terlahir dari keluarga yang membingungkan karena aku terlahir di pulau
jawa tepatnya kabupaten bondowoso yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa
madura, begitu juga dengan aku, sehari-hari menggunakan bahasa madura. Pernah
suatu hari aku bertanya pada Bapak untuk sekedar mengetahui silsilah keluargaku
yang berbahasa madura, ternyata jawaban yang aku dapat malah menembah
pertanyaan karena kata Bapak tidak ada keluarga aku yang berasal dari pulau
madura asli, pertanyaan demi pertanyaan muncul tambah banyak, salah satunya
“mungkin keluarga aku suku jawa asli?” jawabannya pun tidak karena dari buyut
juga bahasa yang digunakan sudah madura dan memang tidak memungkinkan
keluargaku berbahasa madura karena aku tidak paham sama sekali tentang bahasa
jawa, apalagi menggunakannya.
Pernah ketika aku berangkat sekolah yang jaraknya
cukup jauh sehingga harus naik angkot, didalam angkot itu sudah ada dua pemuda
yang umurnya kira-kira 27 tahun berbicara yang maknanya tidak aku mengerti tapi
aku tahu jika dua pemuda itu menggunakan bahasa jawa. Pemuda itu melihat aku
yang duduk disebelahnya dan juga melihat bet lokasi sekolahku dan kemudian
bertanya “adik sekolah nang SMA telu yo?” tanya salah satu pemuda itu. Aku
langsung mencerna maksud pertanyaan itu karena lumayan gampang dimengerti,
langsung aku jawab “iya mas” jawabku dengan agak tidak percaya diri. Kemudian
pemuda itu melanjutkan ngobrol dengan temannya dengan menggunakan bahasa jawa
yang sulit aku cerna. Tiba-tiba angkot yang aku naiki berhenti karena juga ada
penumpang yang mau naik, ternyata penumpang itu adalah Sandra, teman sekelasku.
Kemudian aku ngobrol dengan sandra menggunakan bahasa indonesia karena Sandra
adalah keturunan suku jawa jadi dia tidak mengerti bahasa madura. Kemudian angkot
melaju dengan perlahan karena kuota penumpangnya masih sedikit dan masih kurang
dari cukup jadi sopir angkot tidak mau melewatkan kesempatan jika ada penumpang
yang memberhentikan angkotnya tapi dia tidak bisa berhenti karena ngebut. Dalam
keadaan angkot yang pelan serta ditemani belaian angin yang menyejukkan
pikiran, dua pemuda tadi bertanya “adik iki mudon nang endi?” pertanyaan itu
ternyata terarah padaku, pikiranku tidak bisa mencerna kalimat itu sehingga aku
garuk-garuk kepala. Pikiranku terus berputar tapi aku harus menjawab, kemudian
dengan tenangnya aku menjawab seperti yang pertama tadi “iya mas”. Ekspresi dua
pemuda itu langsung seperti bingung sehingga membuat aku merasa tertimpa beton,
ditambah Sandra yang tertawa lumayan keras membuat wajahku disiram air panas.
Kemudian Sandra menjelaskan pertannyaan itu “kata mas ini, kamu mau turun dimana
Ver? Itu maksudnya, eh malah kamu jawab iya” mendengar penjelasan sandra
rasanya aku ingin terjun bebas dari angkot itu bersama rasa maluku. Sandra
kemudian ngobrol dengan pemuda itu menggunakn bahasa jawa yang menurutku
seperti bahasa dari planet lain. Sejak kejadian itu aku takut bertemu dengan
orang yang menggunakan bahasa jawa, tapi nasib berkata lain, setelah aku lulus
SMA kulanjutkan kuliah di Jember yang mayoritas mahasiswanya menggunakan bahasa
jawa. Seperti neraka rasanya, kemana-mana bahasa yang digunakan adalah bahasa
jawa. Tapi selamanya aku tidak akan terisolasi dengan rasa takutku. Setiap hari
aku berusaha menghafal maksud demi maksud dan kata demi kata yang diucapkan
oleh teman-teman kuliah ataupun penjual nasi. Tidak terlalu lama aku belajar
bahasa jawa dan kini aku bisa. Ternyata aku baru sadar orang madura lebih cepat
belajar bahasa jawa, daripada orang jawa belajar bahasa madura.
Sorry yo ojo tersinggung
rek sing jawi, wkwkwk....
Jumat, 13 April 2012
pagi perenggut
Rabu, 11 April 2012
Selasa, 03 April 2012
Laki-laki Sejati
seperti apa wujudnya seperti apa pula sifatnya???
laki-laki sejati yang bertaruh nyawa demi kejayaan, tapi itu cuma berada di negeri dongeng.
selalu mempunyai ideologi yang harus meng-klop kan setiap wacana yang ada, bukannya itu egois?
nah atau yang mempunyai dua kepala atas bawah dan selalu memakai kepala yang bawah untuk membuktikan ketangguhannya!
dan akhirnya pikiran saya berputar untuk menjawab
laki-laki sejati tidak ada dimuka bumi ini sekarang karena mereka hidup pada waktu masa nabi-nabi
saya bilang seperti itu karena manusia hidup selalu berevolusi dan terus berevolusi, mengupgrade dirinya dan terus melakukan yang diluar kewajaran...hey tunggu dulu apa maksud diluar kewajaran????
maksudnya begini cah ayu n cah ganteng-----> laki-laki pada dasarnya memiliki sifat dan sikap mental yang tangguh daripada perempuan..ups....maap kaum feminis jangan tersinggung ya!
yang pertama kita ungkit dari segi pendidikan dulu, dalam pendidikan laki-laki memiliki sikap ngoyo atau keharusan bisa, sehingga laki-laki bisa memiliki sifat kecanduan dan over birahi. dalam kecanduannya laki-laki banyak belajar dan menemukan hal baru. baru didapat atau baru tahu yang jelas saya tidak tahu, hehe!
yang kedua dalam hal RELIGI, waduh ini yang sulit! laki-laki dari lahir sudah diberi agama oleh orang tua, jika tidak percaya silahkan yang islam dari masa dalam kandungan hingga lahir pasti orang tua kalian sudah melakukan slametan-slametan atau semacamnya, contoh sederhana selapanan-->kitanan dll. dari ini kita sudah di doktrin dari kecil untuk memilih agama. kembali tentang laki-laki dan religinya, dalam agama yg dianut pasti ada larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar atau ke NERAKA loe!
laki-laki sekarang malah menjadi tertantang dengan larangan-larangan yang diberikan oleh agama, merasa ingin tahu semakin ingin tahu dan melanggarnya dan melakukannya,contoh lagi ni ya mas dan mbak!
soal making love bhs kerennya, laki-laki skrng merasa tertantang banget sehingga mereka mempunyai dasar yang kuat untuk memcoba, terus kmn larinya fondasi agama tadi jawabannya abis ditindih oleh pendidikan yg menimbulkan rasa ingin tahu yang luar biasa.
kalau ada yang gak berkenan atau bingung atau juga share langsung komen!
mohon caciannya!
Permasalahan Makna
Saat setiap hembusan napas adalah perjuangan
Tak pantang serdadu jiwa berkobar demi layaknya hidup yang akan datang
Taj butuh darah maupun kekerasan
Hanyalah keteguhan menata diri
Entah kenapa waktu seperti musuh yang merasuk pada detik-detik untuk mencekik semangatku
Kurasa lelah juga berjuang seperti ini, tapi ini adalah perjuangan yang harus dibantai sampai bebas
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
.jpg)



















